@livewireStyles

Al-Qiyaama

سُورَةُ القِيَامَةِ

Meccan
40 verses
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَآ أُقْسِمُ بِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ
Verse 1
Abdullah Muhammad Basmeih: Aku bersumpah dengan Hari Kiamat;
Saheeh International: I swear by the Day of Resurrection
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
Verse 2
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan Aku bersumpah dengan "Nafsul Lawwaamah" (Bahawa kamu akan dibangkitkan sesudah mati)!
Saheeh International: And I swear by the reproaching soul [to the certainty of resurrection].
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ
Verse 3
Abdullah Muhammad Basmeih: Patutkah manusia (yang kafir) menyangka bahawa Kami tidak akan dapat mengumpulkan tulang-tulangnya (dan menghidupkannya semula)?
Saheeh International: Does man think that We will not assemble his bones?
بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ
Verse 4
Abdullah Muhammad Basmeih: Bukan sebagaimana yang disangka itu, bahkan Kami berkuasa menyusun (dengan sempurnanya segala tulang) jarinya, (tulang yang lebih halus dari yang lain).
Saheeh International: Yes. [We are] Able [even] to proportion his fingertips.
بَلْ يُرِيدُ ٱلْإِنسَٰنُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُۥ
Verse 5
Abdullah Muhammad Basmeih: (Kebenaran itu bukan tidak ada buktinya), bahkan manusia (yang ingkar) sentiasa suka hendak meneruskan perbuatan kufur dan maksiat (di sepanjang hayatnya, sehingga ia tidak mengakui adanya hari kiamat).
Saheeh International: But man desires to continue in sin.
يَسْـَٔلُ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلْقِيَٰمَةِ
Verse 6
Abdullah Muhammad Basmeih: Dia bertanya (secara mengejek): "Bilakah datangnya hari kiamat itu?"
Saheeh International: He asks, "When is the Day of Resurrection?"
فَإِذَا بَرِقَ ٱلْبَصَرُ
Verse 7
Abdullah Muhammad Basmeih: Maka (jawabnya: hari kiamat akan datang) apabila pemandangan menjadi terpendar-pendar (kerana gerun takut),
Saheeh International: So when vision is dazzled
وَخَسَفَ ٱلْقَمَرُ
Verse 8
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan bulan hilang cahayanya,
Saheeh International: And the moon darkens
وَجُمِعَ ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ
Verse 9
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan matahari serta bulan dihimpunkan bersama,
Saheeh International: And the sun and the moon are joined,
يَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ ٱلْمَفَرُّ
Verse 10
Abdullah Muhammad Basmeih: (Maka) pada hari itu, berkatalah manusia (yang ingkarkan hari kiamat): "Ke manakah hendak melarikan diri?"
Saheeh International: Man will say on that Day, "Where is the [place of] escape?"
كَلَّا لَا وَزَرَ
Verse 11
Abdullah Muhammad Basmeih: Tak usahlah bertanya demikian! Tidak ada lagi tempat perlindungan!
Saheeh International: No! There is no refuge.
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمُسْتَقَرُّ
Verse 12
Abdullah Muhammad Basmeih: Pada hari itu, kepada Tuhanmu lah sahaja terserahnya ketetapan segala perkara.
Saheeh International: To your Lord, that Day, is the [place of] permanence.
يُنَبَّؤُا۟ ٱلْإِنسَٰنُ يَوْمَئِذٍۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Verse 13
Abdullah Muhammad Basmeih: Pada hari itu, manusia diberitahu akan apa yang ia telah lakukan, dan apa yang ia telah tinggalkan.
Saheeh International: Man will be informed that Day of what he sent ahead and kept back.
بَلِ ٱلْإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفْسِهِۦ بَصِيرَةٌۭ
Verse 14
Abdullah Muhammad Basmeih: Bahkan manusia itu, (anggotanya) menjadi saksi terhadap dirinya sendiri,
Saheeh International: Rather, man, against himself, will be a witness,
وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ
Verse 15
Abdullah Muhammad Basmeih: Walaupun ia memberikan alasan-alasannya (untuk membela diri).
Saheeh International: Even if he presents his excuses.
لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ
Verse 16
Abdullah Muhammad Basmeih: Janganlah engkau (wahai Muhammad) - Kerana hendakkan cepat menghafaz Quran yang diturunkan kepadamu - menggerakkan lidahmu membacanya (sebelum selesai dibacakan kepadamu).
Saheeh International: Move not your tongue with it, [O Muhammad], to hasten with recitation of the Qur'an.
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ
Verse 17
Abdullah Muhammad Basmeih: Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran itu (dalam dadamu), dan menetapkan bacaannya (pada lidahmu);
Saheeh International: Indeed, upon Us is its collection [in your heart] and [to make possible] its recitation.
فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ
Verse 18
Abdullah Muhammad Basmeih: Oleh itu, apabila Kami telah menyempurnakan bacaannya (kepadamu, dengan perantaraan Jibril), maka bacalah menurut bacaannya itu;
Saheeh International: So when We have recited it [through Gabriel], then follow its recitation.
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ
Verse 19
Abdullah Muhammad Basmeih: Kemudian, sesungguhnya kepada Kamilah terserah urusan menjelaskan kandungannya (yang memerlukan penjelasan).
Saheeh International: Then upon Us is its clarification [to you].
كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ ٱلْعَاجِلَةَ
Verse 20
Abdullah Muhammad Basmeih: Sedarlah wahai orang-orang yang lalai. (Sebenarnya kamu tidak ingatkan kesudahan kamu) bahkan kamu sentiasa mencintai (Kesenangan dan kemewahan dunia) yang cepat habisnya.
Saheeh International: No! But you love the immediate
وَتَذَرُونَ ٱلْءَاخِرَةَ
Verse 21
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan kamu tidak menghiraukan (bekalan untuk) hari akhirat (yang kekal abadi kehidupannya).
Saheeh International: And leave the Hereafter.
وُجُوهٌۭ يَوْمَئِذٍۢ نَّاضِرَةٌ
Verse 22
Abdullah Muhammad Basmeih: Pada hari akhirat itu, muka (orang-orang yang beriman) berseri-seri;
Saheeh International: [Some] faces, that Day, will be radiant,
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌۭ
Verse 23
Abdullah Muhammad Basmeih: Melihat kepada Tuhannya.
Saheeh International: Looking at their Lord.
وَوُجُوهٌۭ يَوْمَئِذٍۭ بَاسِرَةٌۭ
Verse 24
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan pada hari itu, muka (orang-orang kafir) muram hodoh,
Saheeh International: And [some] faces, that Day, will be contorted,
تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌۭ
Verse 25
Abdullah Muhammad Basmeih: Sambil percaya dengan yakin bahawa mereka akan ditimpa malapetaka (azab seksa) yang membinasakan.
Saheeh International: Expecting that there will be done to them [something] backbreaking.
كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِىَ
Verse 26
Abdullah Muhammad Basmeih: Sedarlah (janganlah mengutamakan dunia dan melupakan akhirat. Ingatlah akan hal orang yang hendak mati) apabila rohnya sampai ke pangkal kerongkong,
Saheeh International: No! When the soul has reached the collar bones
وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍۢ
Verse 27
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan (orang-orang yang hadir di sisinya heboh) berkata: "Siapakah yang dapat menawar jampi (dan mengubatnya)?"
Saheeh International: And it is said, "Who will cure [him]?"
وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلْفِرَاقُ
Verse 28
Abdullah Muhammad Basmeih: Dan ia sendiri yakin, bahawa sesungguhnya saat itu saat perpisahan;
Saheeh International: And the dying one is certain that it is the [time of] separation
وَٱلْتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ
Verse 29
Abdullah Muhammad Basmeih: Serta kedahsyatan bertindih-tindih;
Saheeh International: And the leg is wound about the leg,
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ ٱلْمَسَاقُ
Verse 30
Abdullah Muhammad Basmeih: (Maka) kepada Tuhanmu lah - pada waktu itu - engkau dibawa (untuk menerima balasan).
Saheeh International: To your Lord, that Day, will be the procession.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ
Verse 31
Abdullah Muhammad Basmeih: (Oleh sebab orang yang kufur ingkar tidak percayakan hari akhirat) maka ia tidak mengakui kebenaran (yang diwajibkan meyakininya) dan ia tidak mengerjakan sembahyang (yang difardhukan mengerjakannya)!
Saheeh International: And the disbeliever had not believed, nor had he prayed.
وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Verse 32
Abdullah Muhammad Basmeih: Akan tetapi ia mendustakan, dan berpaling ingkar!
Saheeh International: But [instead], he denied and turned away.
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ
Verse 33
Abdullah Muhammad Basmeih: Kemudian ia pergi kepada keluarganya dengan berlagak sombong megah.
Saheeh International: And then he went to his people, swaggering [in pride].
أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰ
Verse 34
Abdullah Muhammad Basmeih: (Wahai orang yang kufur ingkar!) sudahlah dekat kepadamu kebinasaanmu, sudahlah dekat!
Saheeh International: Woe to you, and woe!
ثُمَّ أَوْلَىٰ لَكَ فَأَوْلَىٰٓ
Verse 35
Abdullah Muhammad Basmeih: Kemudian api nerakalah lebih layak bagimu, lebih layak.
Saheeh International: Then woe to you, and woe!
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى
Verse 36
Abdullah Muhammad Basmeih: Patutkah manusia menyangka, bahawa ia akan ditinggalkan terbiar (dengan tidak diberikan tanggungjawab dan tidak dihidupkan menerima balasan)?
Saheeh International: Does man think that he will be left neglected?
أَلَمْ يَكُ نُطْفَةًۭ مِّن مَّنِىٍّۢ يُمْنَىٰ
Verse 37
Abdullah Muhammad Basmeih: Bukankah ia berasal dari air mani yang dipancarkan (ke dalam rahim)?
Saheeh International: Had he not been a sperm from semen emitted?
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةًۭ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ
Verse 38
Abdullah Muhammad Basmeih: Kemudian air mani itu menjadi sebuku darah beku, sesudah itu Tuhan menciptakannya, dan menyempurnakan kejadiannya (sebagai manusia)?
Saheeh International: Then he was a clinging clot, and [Allah] created [his form] and proportioned [him]
فَجَعَلَ مِنْهُ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ
Verse 39
Abdullah Muhammad Basmeih: Lalu Tuhan menjadikan daripadanya dua jenis - lelaki dan perempuan.
Saheeh International: And made of him two mates, the male and the female.
أَلَيْسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحْۦِىَ ٱلْمَوْتَىٰ
Verse 40
Abdullah Muhammad Basmeih: Adakah (Tuhan yang menjadikan semuanya) itu - tidak berkuasa menghidupkan orang-orang yang mati? (Tentulah berkuasa)!
Saheeh International: Is not that [Creator] Able to give life to the dead?
@livewireScripts